Sebuah Langkah Menuju Kesalehan dan Kedekatan dengan Nilai Agama

by -89 Views
Kelas Mengaji

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) BUDI EUY pada malam Jumat bada Magrib, Kamis (27/7/2023) menggelar yasinan bersama anak-anak TBM dan para orang tua mereka. Dua anak saya, serta istri saya Nyimas Titih Nugraha, ikut serta dalam acara tersebut.

Yasinan, atau membaca Surah Yasin, menjadi bagian dari program Kelas Mengaji di TBM BUDI EUY. Acara tersebut seharusnya dipimpin oleh ustad Upit, namun karena beliau memiliki agenda yang tak bisa ditinggalkan, akhirnya dipimpin oleh istrinya, Ustazah Santi.

Tradisi membaca Surah Yasin telah menjadi bagian dari kehidupan saya sejak kecil, saat saya belajar mengaji di kampung, di Desa/Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta.

Kini, di tempat tinggal saya di Parakansaat, Bandung, saya memiliki impian besar untuk menghidupkan tradisi ini kembali. Saya ingin membuka pengajian anak-anak di rumah saya agar anak-anak di sekitar saya senantiasa dekat dan bahkan bersahabat dengan Al-Quran. Dengan demikian, diharapkan dalam hidup mereka akan tumbuh kesalehan ritual dan sosial.

Saya merasa penting untuk melakukannya karena perkembangan teknologi yang semakin canggih dan gaya hidup yang semakin liberal dapat membawa dampak yang membahayakan bagi anak-anak. Saya tidak ingin mereka jauh terpencil dari Al-Quran dan kehilangan nilai-nilai agama.

Kelas Mengaji di TBM BUDI EUY dilaksanakan setiap bada Magrib dengan guru utama, Ustad Upit, dan Ustazah Santi, sedangkan hari Sabtu adalah hari libur. Kesempatan ini telah saya jadikan momentum untuk saya dan keluarga belajar mengaji lagi, memperbaiki bacaan kami, dan menambah ilmu mengaji.

Sejak pukul lima sore, anak-anak yang sudah mandi dan berpakaian muslim berdatangan ke TBM BUDI EUY untuk belajar mengaji di rumah saya. Setiap bada Magrib, rumah saya menjadi ramai dengan suara merdu anak-anak yang sedang belajar mengaji, baik yang masih belajar Iqra maupun Al-Quran.

Tidak hanya itu, mereka juga bersama-sama melantunkan surat-surat pendek Al-Quran dengan suara yang nyaring, serta menyanyikan sholawat dan nadoman lainnya. Suara-suara riuh dan penuh semangat anak-anak sungguh membuat suasana menjadi syahdu dan puitis.

Inilah suasana yang selama ini saya rindukan. Lebih dari suara-suara lain, telinga saya kini lebih akrab dan terbiasa mendengar ayat-ayat suci Al-Quran. Sungguh, ini adalah kenikmatan yang tak dapat terungkapkan dengan kata-kata.

Dengan mendengarkan ayat-ayat suci Al-Quran, hati dan jiwa saya menjadi lebih tenang, damai, dan rumah saya terasa lebih sejuk serta membuat siapa pun yang berkunjung merasa betah. InsyaAllah.

Saya sering membayangkan ketika anak-anak mengaji di rumah saya, para malaikat hadir mendoakan kami semua. Dan tentu saja, Allah senang dengan majlis kecil (Kelas Mengaji) ini. Semoga Allah ridho dan memberikan rahmat serta keberkahan untuk kehidupan kami semua, di dunia maupun akhirat.

Saya teringat dengan dawuh Nabi Muhammad SAW ; Dari Utsman RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.’ (HR Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah).

Saya berharap semoga upaya Anda untuk menghidupkan tradisi membaca Surah Yasin dan mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak menjadi berkah bagi Anda, keluarga, dan komunitas di sekitar Anda. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan dan membimbing langkah-langkah Anda menuju kesuksesan dan kebahagiaan dalam mengemban tugas mulia ini. Aamiin.

Penulis adalah Budi Euy, Pemilik Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Budi Euy

No More Posts Available.

No more pages to load.