Dijelaskannya, Oemah Daon sebelumnya dibangun oleh lima orang, yakni Ribut Augh, Denok, Mang Timbil dan Abeng Chulbi. “Mereka ngebangun bareng-bareng dengan kami di sini,” terangnya.
Diakuinya, membangun komunitas seperti ini sangat tidak mudah, seperti dalam puisi WS Rendra, kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala, dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. (bud)





