Ia mengaku sudah banyak menciptakan berbagai tokoh wayang suket mendong seperti Rama dan Shinta. Wayang-wayang itu biasa digunakan Ipin untuk mendongeng kepada anak-anak yang datang ke Oemah Daon Tangerang.
Namun jiga ada pembeli tidak menutup kemungkinan dijual juga. Salah satunya pernah ada pesanan dari Lampung. Namun ketika menerima pesanan lagi, Ipin sering khawatir karena bahannya sulit dicari.
Menurutnya, di komunitasnya itu tidak hanya ada workhsop pembuatan wayang suket mendong saja, namun juga ada berbagai kegiatan yang berbasis pada sosial, seni dan budaya serta agama.
Untuk kegiatan sosialnya, setiap kegiatan tidak dipungut bayaran, sedangkan kegiatan seni budayanya berupa menari, seni cukil, menggambar dan shalat berjamaah jika waktu shalat dengan anak-anak pengunjung.
“Setiap kegiatan dipandu oleh saya, Zenal, Qori, dan Bunda Mey. Anaknya Bunda Mey juga, Cibo, mengajar Bahasa Inggris kepada anak-anak yang biasa datang ke sini,” terang Ipin.





