Jambi 64 kasus, Jabar 1.437 kasus, Jateng 978 kasus, Jatim 1.502 kasus, Kalbart 120 kasus, Kaltim 218 kasus, Kalteng 193 kasus, Kalsel 263 kasus dan Kalut 131 kasus. Kemudian di Kepulauan Riau 101 kasus, NTB 330 kasus, Sumsel 278 kasus, Sumbar 299 kasus, Sulut 71 kasus, Sumut 179 kasus dan Sulawesi Tenggara 76 kasus.
Sulsel 722 kasus, Sulteng 83 kasus, Lampung 66 kasus, Riau 73 kasus, Maluku Utara 54 kasus, Maluku 32 kasus, Papua Barat 70 kasus, Papua 308 kasus, Sulbar 62 kasus, NTT 12 kasus, Gorontalo 19 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus.
Akumulasi data tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 158.273 yang dilakukan menggunakan metode PCR di 53 laboratorium dan TCM di laboratorium Wisma Atlet. Sebanyak 113.452 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 14.032 positif dan 99.420 negatif.
Kemudian untuk jumlah ODP menjadi 248.690 orang dan PDP menjadi 30.317 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 373 kabupaten/kota di Tanah Air. (bud)







