Hadiri Grebeg Suro di Panongan, Bupati Tangerang Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya

oleh -31 Dilihat
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasid menghadiri kegiatan Grebeg Suro, Kirab Budaya, dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Kecamatan Panongan, Senin (15/6/2026).

BANTENNOW.COM, KABUPATEN TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengajak masyarakat untuk terus melestarikan budaya sebagai identitas bangsa sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Grebeg Suro, Kirab Budaya, dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Kecamatan Panongan, Senin (15/6/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi seluruh panitia, Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) Kabupaten Tangerang, serta Badan Penghubung Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah menyelenggarakan kegiatan budaya tersebut dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.

“Bulan Suro memiliki makna mendalam bagi masyarakat Jawa. Tidak hanya sebagai momentum introspeksi dan penguatan spiritualitas, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur,” ujar Maesyal.

Menurutnya, Grebeg Suro, kirab budaya, dan pagelaran wayang kulit merupakan wujud nyata komitmen masyarakat dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia agar tetap hidup dan lestari di tengah arus modernisasi.

“Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga identitas bangsa yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.

Ia menuturkan, Kabupaten Tangerang yang dihuni masyarakat dengan latar belakang suku, agama, budaya, dan tradisi yang beragam memiliki modal sosial yang kuat untuk mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, dan harmonis.

“Keberagaman harus terus dirawat sebagai kekuatan bersama. Dengan semangat gotong royong dan persatuan, kita dapat mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tandasnya.

Maesyal menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya yang digagas masyarakat.

“Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan karakter, pelestarian nilai-nilai budaya, serta penguatan jati diri bangsa,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan Grebeg Suro dan pagelaran wayang kulit dapat menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap warisan budaya bangsa.

“Saya berharap melalui kegiatan seperti ini, generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap seni budaya bangsa sendiri sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat terus lestari sepanjang masa,” pungkasnya.(sdr)

No More Posts Available.

No more pages to load.