Anak-Anak Korban Kebakaran di TPA Rawa Kucing Dapat Dukungan Trauma Healing dari Pemerintah Kota

by -41 Views
Kebakaran di TPA Rawa Kucing

BANTENNOW.COM, NEGLASARI — Pemerintah Kota Tangerang memberikan dukungan dan perawatan yang sangat penting kepada anak-anak yang menjadi korban kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing pada Jumat (20/10).

Peristiwa tersebut telah meninggalkan dampak emosional yang dalam pada anak-anak, dan sebagai tindakan kemanusiaan, pemerintah telah merespons dengan berbagai langkah yang mendukung mereka.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah menyapaikan, Pemerintah Kota Tangerang, melalui DP3AP2KB, meluncurkan program trauma healing yang dipandu oleh duta anak Kota Tangerang. Tujuannya adalah membantu anak-anak dalam proses pemulihan mereka.

Ia juga mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi anak-anak yang terkena dampak kebakaran di TPA Rawa Kucing, terutama akibat asap yang sangat tebal.

“Kami sangat prihatin dengan situasi yang dialami oleh anak-anak yang terkena dampak kebakaran di TPA Rawa Kucing, terutama akibat asap yang sangat tebal,” ujar Arief.

Pemerintah mengambil langkah-langkah ini karena mereka menyadari bahwa anak-anak adalah aset berharga bagi masa depan. Wali Kota Arief juga menyapaikan bahwa anak-anak merupakan aset kita di masa depan dan saat ini, mereka memerlukan dukungan penuh dari kita.

“Anak-anak ini adalah aset kita di masa depan, dan saat ini, mereka memerlukan dukungan penuh dari kita,” tambahnya, menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perawatan dan bimbingan yang diperlukan sehingga anak-anak dapat pulih dan melanjutkan kehidupan mereka seperti biasa.

Program trauma healing melibatkan duta anak Kota Tangerang yang berpengalaman dalam menangani dampak psikologis dari peristiwa traumatis. Ini mencakup konseling individu dan kelompok, serta kegiatan pemulihan yang dirancang khusus untuk membangun kembali rasa percaya diri dan ketahanan psikologis anak-anak.

“Anak-anak akan menerima konseling individu dan kelompok, serta berbagai kegiatan pemulihan yang didesain khusus untuk membangun kembali rasa percaya diri dan ketahanan mereka. Selain itu, keluarga anak-anak juga akan diberikan dukungan yang dibutuhkan untuk membantu mereka mengatasi peristiwa ini,” tutupnya.

Penting untuk mencatat bahwa hingga tanggal 22 Oktober 2023, ada sebanyak 167 warga Kecamatan Neglasari yang mengungsi di GOR Neglasari dan Aula Kecamatan Neglasari. Ini mencakup berbagai kelompok usia, termasuk lansia, dewasa, anak-anak, bayi, dan juga mereka yang usianya belum diketahui. (tw)

No More Posts Available.

No more pages to load.