Selain itu, lanjutnya, sudah banyak kajian akademis, dari skripsi, tesis, disertasi hingga jurnal ilmiah yang membahas tentang kiprah KH Mas Abdurrahman selaku tokoh pendidikan dan pejuang kemerdekaan.
Lebih dari itu, usulan agar KH Mas Abdurrahman meraih anugerah sebagai Pahlawan Nasional mendapatkan dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, karena lembaga pendidikan yang didirikannya telah berkembang ke banyak daerah di Indonesia.
Diketahui, KH Mas Abdurrahman bersama rekannya, KH E Mohammad Yasin, dan KH Tb Mohammad Sholeh, dibantu oleh sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di daerah Menes mendirikan Mathla’ul Anwar pada 10 Ramadhan 1334 Hijriah atau 10 Juli 1916.
Mathla’ul Anwar didirikan berselang empat tahun setelah berdirinya Muhammadiyah serta sepuluh tahun lebih awal dibanding Nahdlatul Ulama (NU).
Muhammadiyah didirikan pada 18 November 1912 di Yogyakarta oleh KH Ahmad Dahlan dan NU pada 31 Januari 1926 di Surabaya oleh KH Hasyim Asy’ari.
Kini, dalam usianya yang mencapai 103 tahun, Mathla’ul Anwar telah memiliki pengurus wilayah di 30 Provinsi, 63 perguruan, dan ribuan madrasah di seluruh Indonesia, bahkan telah memiliki perguruan tinggi, yakni Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA).
“UNMA saat ini merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Banten,” jelasnya.





