Bupati Tangerang Dorong Skrining Massal dan Perkuat Layanan Kesehatan Gratis demi Eliminasi TBC

oleh -28 Dilihat
Kesehatan Gratis
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin Rapat Koordinasi Program Prioritas Kesehatan Gratis Kabupaten Tangerang di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (14/07/2026).

BANTENNOW.COM, KABUPATEN TANGERANG — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui optimalisasi berbagai program prioritas yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Arahan tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid, didampingi Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah dan Sekretaris Daerah Soma Atmaja, saat memimpin Rapat Koordinasi Program Prioritas Kesehatan Gratis Kabupaten Tangerang di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (14/07/2026).

“Saya minta kepada Dinas Kesehatan, rumah sakit, Puskesmas, camat dan seluruh pihak terkait terus menguatkan komitmen dan kolaborasi bersama dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan, rumah sakit, Puskesmas, serta para camat yang dinilai berhasil memperluas akses layanan kesehatan kepada masyarakat. Hingga Juli 2026, cakupan Program Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Tangerang telah mencapai sekitar 71 persen.

Menurutnya, capaian tersebut perlu terus ditingkatkan melalui sinergi lintas sektor agar layanan kesehatan semakin merata dan mudah diakses masyarakat.

“Kita harus terus meningkatkan semangat dan sinergi agar cakupan ini bisa semakin optimal seperti tahun-tahun sebelumnya. Layanan kesehatan adalah hak dasar masyarakat yang pemenuhannya wajib kita maksimalkan,” tegasnya.

Untuk memperluas jangkauan pelayanan, Pemkab Tangerang menginstruksikan Dinas Kesehatan bersama Dinas Pendidikan menyusun agenda pemeriksaan kesehatan gratis secara serentak di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA hingga pondok pesantren.

Pemeriksaan tersebut direncanakan memanfaatkan masa orientasi peserta didik baru sehingga pelaksanaannya tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Selain itu, Puskesmas diminta memperkuat kolaborasi dengan kader Posyandu sekaligus menginput hasil skrining secara digital melalui aplikasi SatuSehat.

“Pemeriksaan ini bisa memanfaatkan momen orientasi siswa baru agar berjalan efektif tanpa mengganggu proses belajar mengajar. Puskesmas juga diminta berkolaborasi aktif dengan kader Posyandu serta melakukan penginputan data skrining secara digital ke aplikasi SatuSehat,” tandasnya.

Selain layanan kesehatan gratis, rapat koordinasi juga membahas percepatan eliminasi penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC).

Bupati meminta sistem pelaporan kasus TBC ke depan menggunakan angka prevalensi riil per 100 ribu penduduk agar pemetaan wilayah dan penanganannya lebih efektif.

Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan apresiasi kepada Kecamatan Jambe, khususnya Desa Taban, yang dinilai berhasil menjadi contoh penanganan TBC secara terpadu. Berkat kolaborasi lintas sektor hingga tingkat RT, jumlah kasus TBC berhasil ditekan dari delapan kasus pada 2025 menjadi tiga kasus pada 2026.

“Melalui pengerahan lintas sektor hingga tingkat RT, angka kasus TBC di desa tersebut berhasil ditekan dari yang semula 8 kasus pada tahun 2025, kini tersisa 3 kasus saja dan bersiap menuju status eliminasi total,” ungkapnya.

Pemkab Tangerang juga terus memperkuat upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dengan memastikan seluruh fasilitas kesehatan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) kegawatdaruratan secara optimal.

Saat ini, RSUD Kabupaten Tangerang telah didukung dokter spesialis Feto-Maternal yang mampu mendeteksi gangguan pada janin sejak usia kehamilan delapan minggu, termasuk melakukan tindakan medis di dalam kandungan apabila diperlukan.

Rumah sakit tersebut juga telah memiliki ruang perawatan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) level 3 yang melayani ratusan pasien setiap bulan.

“RSUD juga telah dilengkapi fasilitas ruang perawatan bayi berat lahir rendah (BBLR) level 3 yang mampu melayani hingga ratusan pasien setiap bulannya,” imbuhnya.

Bupati turut menekankan pentingnya edukasi kepada ibu hamil agar rutin memeriksakan kehamilan di Puskesmas.

Ia meminta kepala Puskesmas, camat, kader kesehatan, serta bidan terus melakukan sosialisasi sekaligus memfasilitasi proses rujukan ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan kondisi berisiko.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang terhadap stunting dan kematian bayi, Pemkab Tangerang juga terus mendorong implementasi Peraturan Bupati tentang pemeriksaan kesehatan pranikah.

“Setiap yang mau nikah wajib memeriksakan kesehatan tiga bulan sebelum akad nikah. Surat keterangan sehat ini harus dilampirkan ke KUA.

Ini bagian dari mitigasi kita menghindari stunting, menghindari bayi lahir cacat, dan menghindari kematian,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Bupati mengungkapkan bahwa alokasi anggaran kesehatan Kabupaten Tangerang saat ini telah mencapai sekitar 24 hingga 25 persen, melampaui ketentuan mandatory spending nasional sebesar 10 persen.

Ia menegaskan anggaran tersebut harus diikuti dengan hasil nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Alokasi anggaran bidang kesehatan ini juga harus dibarengi dengan hasil capaian (outcome) yang nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Tangerang,” pungkasnya. (afa)

No More Posts Available.

No more pages to load.