“Alan, ikut kakak yuk ke Museum” bisik Kak Aman.
Mendengar ajakan itu, Alan cuek dan berkata ”Museum, tempat apa itu, yang serem-serem itu kan?” tanyanya sambil memandang gadget yang ia mainkan.
“Udah ikut aja” kata Kak Aman. Dengan berat hati, Alan ikuti ajakan itu.
Sesampainya di lokasi, Alan bengong lantaran baru pertama berkunjung ke tempat ini. Ia terpengarah dan tertarik pada satu benda, yaitu patung badak. “Hoi, jangan bengong, ayo masuk” tegur kak Aman.
“Kak, ini patung apa?” tanyanya.
“Oh, ini namanya badak bercula satu, hidupnya di Ujung Kulon di Taman Nasional. Nah, ini patungnya” Kak Aman menerangkan.
“Oh gitu, gede juga ya, item lagi patungnya” gumam Alan sambil ngekus-ngelus patung badak.
Alan, pelan-pelan masuk ke dalam. Ia menyusuri benda demi benda. Ia tertarik dalam satu koleksi, yaitu hologram badak. Terdapati keterangan audio visual ia sambil memperhatikan gerakan badak yang terpampang di ruangan kecil berukuran duapuluh kali dupuluh sentimeter.
Ia amati satu persatu benda per benda.






