Ruang eling-eling itu, lanjut dia, adalah semacam ruang untuk membangun kesadaran diri dan mempertanyakan kembali mengapa Covid-19 ini melanda dunia, termasuk juga di Tanah Air ini.
“Di ruang eling-eling ini, kita semua harus introspeksi diri lagi, bertafakur lagi dan berkaca diri lagi. Mengapa ada wabah seperti ini. Mungkin ada kesalahan berpikir kita dan ada kesalahan melangkah kita,” katanya.
Menurut Sumangku, jika semua pihak tidak membangun kesadaran diri itu dan manusia juga tidak melakukan perubahan, maka di depan bisa saja akan ada bahaya yang lebih dari itu. Karena itu, jadikan wabah ini sebagai ruang eling-eling.
“Wabah ini sudah dibuka secara nyata dan kafah oleh Allah. Namun jika manusia tidak juga menyadari ini sebagai kebesaran Allah, bisa membahayakan. Ini harus dipahami semua pihak,” tuturnya.
Untuk mengatasi pandemi saat ini ini sambung Sumangku, maka negara harus mengambil langkah-langkah yang tegas dan menggerakkan semua komponennya seperti TNI dan Polri.





