Pemkab Tangerang Dorong Petani Muda Kembangkan Agribisnis dan Ekonomi Desa

oleh -46 Dilihat
Staf Ahli Bupati Tangerang Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Yudiana, saat menghadiri peresmian Desa Komoditi dan pembukaan Pelatihan Agribisnis Tani Tunas Pengusaha Muda di Desa Cikuya, Kecamatan Cikuya, Senin. (28/9/2026).

BANTENNOW.COM, KABUPATEN TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang menyambut baik kolaborasi antara Tunas Pengusaha Muda dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang dalam mendorong pemberdayaan petani muda dan pengembangan agribisnis.

Sinergi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan komoditas unggulan daerah, serta mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Tangerang Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Yudiana, saat mewakili Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid pada peresmian Desa Komoditi sekaligus pembukaan Pelatihan Agribisnis Tani Tunas Pengusaha Muda di Desa Cikuya, Kecamatan Cikuya, Senin (28/9/2026).

Menurut Yudiana, penetapan Desa Cikuya sebagai Desa Komoditi menjadi momentum untuk mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki desa. Setiap desa, kata dia, memiliki sumber daya dan keunggulan yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola secara terencana dan berkelanjutan.

“Pengembangan potensi desa harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran, hingga pembangunan jejaring usaha. Dengan demikian, potensi lokal dapat memberikan nilai tambah dan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Yudiana juga mengapresiasi pelaksanaan Pelatihan Agribisnis Tani Tunas Pengusaha Muda. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian modern sekaligus kewirausahaan.

Ia menekankan pentingnya perubahan cara pandang generasi muda terhadap sektor pertanian. Pertanian, lanjutnya, tidak hanya dapat dipandang sebagai pekerjaan tradisional, tetapi juga sebagai sektor usaha yang memiliki peluang untuk berkembang melalui inovasi, teknologi, kreativitas, dan manajemen yang baik.

“Anak-anak muda jangan hanya melihat pertanian sebagai pekerjaan tradisional, tetapi harus mampu melihatnya sebagai sektor usaha yang memiliki peluang besar apabila dikelola dengan inovasi, teknologi, kreativitas, dan manajemen yang baik,” katanya saat membacakan pesan Bupati Tangerang.

Selain meningkatkan kapasitas petani muda, Pemkab Tangerang juga mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular dalam sektor pertanian. Melalui konsep tersebut, limbah maupun hasil samping kegiatan pertanian dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Penerapan ekonomi sirkular diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi sekaligus mendukung kelestarian lingkungan serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut juga digelar dialog interaktif mengenai ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi desa. Forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan gagasan konkret dan aplikatif yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Yudiana menegaskan, penguatan ekonomi desa tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, petani, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat desa.

“Kepada para peserta pelatihan dan generasi muda, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring, berani berinovasi, dan tidak takut untuk memulai usaha,” pesannya.

Pemkab Tangerang, lanjut Yudiana, berkomitmen mendukung berbagai program yang dapat memperkuat perekonomian masyarakat, meningkatkan kemandirian desa, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan warga.(sdr)

No More Posts Available.

No more pages to load.