“Mulai dari hentikan Liga, pendekatan ke klub-klub luar negeri agar mau melepaskan pemain kita, dan belum lagi drama wasit di laga pertama melawan Qatar. Alhamdulillah. Hasil tidak akan jauh dari usaha keras bersama,” tambah Erick.
Garuda muda tampil sangat tenang, efektif, dan trengginas dalam menghadapi ambisi Jordania. Unggul dengan skor 2-0 di babak pertama, mereka tidak mengendurkan serangan dan berhasil menutup laga dengan skor akhir 4-1.
Gol-gol gemilang yang dicetak oleh Marselino Ferdinan, Witan Sulaiman, dan Komang Teguh, menjadi bukti nyata kemampuan dan determinasi timnas Indonesia. Setiap gol tidak hanya mengukir keunggulan, tetapi juga memperkuat asa untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini.
Erick juga memberikan apresiasi kepada pelatih Shin Tae Yong atas strategi keras yang mampu meramu tim dengan baik. Strategi ini terbukti efektif dalam meraih kemenangan dan menjadi modal utama bagi tim untuk menghadapi tantangan selanjutnya.





