Penggunaan PGPR dari akar bambu ini memberikan berbagai manfaat signifikan bagi pertanian. Salah satunya adalah peningkatan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit, terutama yang disebabkan oleh cendawan dan patogen lainnya.
Selain itu, aplikasi PGPR terbukti mampu mengurangi keparahan penyakit pada tanaman, memperbaiki fiksasi nitrogen pada tanaman kacang-kacangan, serta meningkatkan ketersediaan nutrisi penting lainnya di dalam tanah.
Bacaan Lainnya:
Lebih dari sekadar meningkatkan produktivitas pertanian, inovasi PGPR akar bambu ini juga menjadi bagian penting dari upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Tangerang.
Dengan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan pestisida, PGPR memberikan solusi yang lebih ekonomis dan berkelanjutan dalam praktik pertanian.
Hasil produksi PGPR ini kemudian didistribusikan kepada kelompok tani dan kelompok wanita tani di wilayah tersebut, serta diperkenalkan lebih luas melalui komunitas penyuluh swadaya.





