Inovasi unik ini dikembangkan oleh komunitas petani di Kabupaten Tangerang dengan memanfaatkan akar bambu yang telah lapuk sebagai bahan utama pembuatan PGPR.
Akar bambu terkenal memiliki kemampuan menghasilkan enzim selulase, terutama lingo selulase, yang berperan penting dalam proses dekomposisi organik dan pembentukan mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman.
Proses pembuatan PGPR dari akar bambu cukup sederhana dan dapat dilakukan oleh petani setempat melalui fermentasi.
Bacaan Lainnya:
Proses pembuatan larutan PGPR dimulai dengan membersihkan akar bambu, menghancurkannya hingga memar, dan kemudian merendamnya dalam air selama 5-7 hari hingga terbentuk larutan dengan aroma khas.
Setelah itu, larutan dicampur dengan bahan tambahan seperti dedak, terasi, kapur sirih, dan molase untuk menghasilkan produk PGPR yang siap digunakan. Larutan ini dapat diaplikasikan langsung pada benih, bibit, atau tanaman dewasa untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan terhadap penyakit.





