BANTENNOW.COM, TANGERANG — PT BPR Kerta Raharja Gemilang terus mendorong kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro melalui program Gebyar UMKM Tangerang Gemilang.
Sosialisasi program tersebut digelar di Aula KH. Achmad Solehudin, Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini menyasar para pelaku usaha mikro di wilayah Cilongok dan sekitarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, BPR Kerta Raharja Gemilang memberikan informasi mengenai program Kredit Mikro Raharja, termasuk berbagai kemudahan dan promo yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk menambah modal maupun mengembangkan usahanya.
Kepala Bagian Operasional BPR Kerta Raharja Gemilang, Abdul Ghani, mengatakan Gebyar UMKM Tangerang Gemilang merupakan salah satu upaya untuk memperluas akses permodalan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro yang membutuhkan tambahan modal.
“Program Gebyar UMKM Kabupaten Tangerang ini kami hadirkan untuk mempermudah akses permodalan bagi pelaku usaha. Calon nasabah dapat memperoleh fasilitas kredit dengan suku bunga promo sebesar 0,5 persen per bulan dengan jangka waktu hingga 12 bulan,” ujar Abdul Ghani.
Menurutnya, program tersebut diharapkan memberikan kesempatan lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memperoleh permodalan dengan bunga ringan dan mekanisme yang mudah. Dengan demikian, pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan usahanya secara lebih produktif serta memiliki peluang untuk berkembang.
“Kami berharap program ini dapat meringankan beban pelaku usaha sekaligus membantu mereka menambah modal untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usahanya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Satgas Rentenir, M. Mahrusillah, menyambut baik sosialisasi tersebut. Ia menilai informasi mengenai akses permodalan yang legal dan terjangkau penting bagi pelaku usaha sebagai salah satu upaya mencegah masyarakat terjerat pinjaman dari pihak tidak resmi.
“Sosialisasi ini sangat penting bagi para pelaku usaha di lingkungan kami. Kehadiran program dari BPR Kerta Raharja Gemilang menjadi solusi yang baik bagi mereka yang membutuhkan tambahan modal, sehingga tidak harus mencari permodalan melalui rentenir,” ungkapnya.
Ia menuturkan, masih terdapat pelaku usaha yang memperoleh permodalan dari lembaga atau pihak yang tidak resmi. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi menimbulkan keresahan, terutama dalam proses penagihan.
“Kami melihat masih ada beberapa pelaku usaha yang mendapatkan permodalan dari lembaga yang tidak resmi. Pada akhirnya, hal tersebut dapat menimbulkan keresahan, salah satunya dalam proses penagihan,” katanya.
Mahrusillah berharap kegiatan sosialisasi tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi semakin banyak pelaku UMKM di wilayah Cilongok untuk mendapatkan akses pembiayaan yang aman, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan usaha.
“Harapannya, dengan akses modal yang tepat, usaha masyarakat dapat berkembang, produktivitas meningkat, dan pada akhirnya turut memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (sdr)





