BANTENNOW.COM, KOTA SERANG — Alfamart bersama Sweety kembali melanjutkan kolaborasi melalui program Alfamart Sahabat Posyandu pada periode Juli hingga September 2026. Program tersebut menargetkan lebih dari 8.400 penerima manfaat melalui pelaksanaan Posyandu di 84 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan kesehatan ibu dan anak kepada masyarakat dengan melibatkan kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta Dinas Kesehatan setempat.
Selain memberikan layanan kesehatan dasar, Alfamart Sahabat Posyandu juga menghadirkan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya aktivitas bermain dalam mendukung proses tumbuh kembang anak.
Salah satu pelaksanaan kegiatan berlangsung di Gerai Alfamart Simpang Kopo, Kota Serang. Para ibu bersama anak balita tampak antusias mengikuti berbagai layanan yang disediakan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, imunisasi, pemberian makanan tambahan (PMT), konsultasi kesehatan, hingga edukasi mengenai pemilihan popok yang dapat mendukung stimulasi gerak anak.
General Manager Corporate Communication Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan program Alfamart Sahabat Posyandu merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan untuk menghadirkan layanan kesehatan dasar yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan layanan kesehatan ibu dan anak yang semakin mudah diakses masyarakat. Dengan memanfaatkan jaringan gerai Alfamart yang tersebar di berbagai daerah, kami berharap semakin banyak keluarga yang memperoleh layanan kesehatan sekaligus edukasi mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini,” ujar Rani.
Menurutnya, keberlanjutan kolaborasi dengan Sweety menunjukkan bahwa sinergi antara dunia usaha dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi komitmen Sweety yang kembali mendukung Alfamart Sahabat Posyandu. Kolaborasi ini bukan hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya kesehatan dan tumbuh kembang anak,” katanya.
Associate Marketing Director Baby Care PT Softex Indonesia, Maggie Effendy, mengatakan dukungan Sweety terhadap program tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendampingi tumbuh kembang anak Indonesia secara holistik.
“Selama 25 tahun mendampingi ibu Indonesia, Sweety percaya bahwa bermain adalah bagian penting dari tumbuh kembang anak. Melalui kolaborasi dengan Alfamart Sahabat Posyandu, kami bangga dapat berkontribusi dalam mendukung kesehatan ibu dan anak serta mengedukasi keluarga tentang pentingnya memilih popok yang tepat untuk mendukung anak bergerak dan bermain secara optimal,” ujarnya.
Kolaborasi Alfamart dan Sweety dalam program tersebut telah berlangsung sejak 2023 dan kembali berlanjut pada 2024 hingga 2026. Pada periode sebelumnya, program ini menjangkau sekitar 10.000 penerima manfaat pada Juni–Agustus 2024 dan kembali menyasar sekitar 10.000 penerima manfaat pada Februari–Mei 2025.
Dalam kegiatan di Kota Serang, peserta juga memperoleh popok gratis, goodie bag, serta voucher produk Sweety dengan total nilai hingga Rp100 juta.
Salah seorang peserta, Alvina (28), mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan Posyandu yang biasa diikutinya.
“Pelayanannya lengkap, petugas nakes juga ada di sini, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga edukasi. Informasi seperti ini sangat membantu kami sebagai orang tua,” katanya.
Peserta lainnya, Heni (32), menilai pelaksanaan Posyandu di gerai Alfamart memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan.
“Posyandu di Alfamart sangat menarik minat masyarakat di sini. Setelah datang ternyata tempatnya nyaman, pelayanannya lengkap, dan ada banyak informasi yang bermanfaat. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus hadir di daerah kami,” ujarnya.
Hingga September 2026, Alfamart bersama Sweety akan terus menghadirkan Alfamart Sahabat Posyandu di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari komitmen mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan pemerintah daerah.(sdr)






