Ibu guru yang satu ini, memang mau bekerja keras melakukan kegiatan literasi seperti menulis di semua kelas yang ditangani dan dibimbingnya langsung.
“Target saya satu semester satu buku. Tapi tidak semua karya siswa bisa dijadikan buku. Semua tulisan anak-anak harus saya seleksi dulu. Yang lolos seleksi sudah pasti dibukukan. Alhamdulillah, kegiatan menulis siswa di MTs lumayan bagus,” papar Eti selaku guru bahasa Indonesia.
Ditanya bagaimana cara memotivasi para siswa agar mampu menulis cerpen? Menurut Eti, karya-karya para siswa itu sebetulnya bagian tugas pembelajaran menulis teks cerita fantasi.
“Mereka diberi waktu 4 jam pelajaran supaya lebih murni imajinasinya. Setelah selesai ditulis, saya koreksi. Setelah dikoreksi saya kembalikan untuk diketik, hasilnya kirim ke email saya. Prosesnya lamaaaa, hampir tiga bulan untuk perbaikan dan anak-anak menghasilkan karya yang lumayan enak untuk dibaca,” katanya.






