“Kami ingin para santri tidak hanya berbekal ilmu agama, tetapi juga keterampilan praktis seperti budidaya hortikultura, yang bisa menjadi sumber penghidupan dan membantu ekonomi masyarakat saat mereka kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Dengan adanya pelatihan seperti ini, DPKP Kabupaten Tangerang berupaya menumbuhkan generasi petani muda yang inovatif dan siap menghadapi tantangan sektor pertanian di masa depan.
Bacaan Lainnya:
Program Santri Tani Milenial ini diharapkan bisa menjadi pondasi dalam membangun kemandirian pertanian berbasis pesantren, sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan keterampilan pertanian modern. (sdr)





