Asep Jatnika, Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan dunia pertanian kepada generasi milenial, khususnya santri.
“Melalui program Santri Tani Milenial, kami berharap para santri dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini di pesantren masing-masing,” ujar Asep.
“Bahkan, jika mereka mampu mengembangkan keterampilan budidaya hortikultura, kami akan terus mendukung melalui program Integrated Farming,” tambahnya.
Bacaan Lainnya:
Program Santri Tani Milenial sendiri diluncurkan oleh Kementerian Pertanian sejak 2019 sebagai bentuk inisiatif menarik minat generasi muda, khususnya generasi Millennials (kelahiran 1981-1996), untuk terjun ke sektor pertanian.
BACA JUGA: Peogram Ketahanan Pangan, Wali Kota Tangerang Panen Raya Sayuran di Ecofarm Mekarsari
Generasi milenial dianggap memiliki keunggulan dalam hal pengetahuan teknologi dan akses informasi yang bisa dimanfaatkan untuk inovasi di bidang pertanian.





