Rumah Tawon juga prestasinya sangat bagus. Mereka melakukan pembinaan terhadap anak-anak bangsa. Kreatifitas sosial mereka tumbuh di akar rumput dengan kesadaran sendiri dari rakyatnya, bukan karena dorongan pemerintah.
“Saya melihatnya ini sebagai modal sosial (social capital) yang menjadi aset kota. Namun kelompok-kelompok ini tumbuh dengan persoalan yg sama, yaitu tidak memiliki asset tempat,” katanya.
Namun ungkap Bambang, hal itu tidak menjadi alasan bagi mereka untuk terus tumbuh, hadir, berkembang dan bermanfaat. “Itu sudah mereka buktikan. Kesadaran ini kurang diperhatikan Pemkot,” katanya.
Kepada BPKD Kota Tangerang, Karsidi, ketika dikonfrmasi melalui pesan WhatsApp (WA) aenggan memberikan jawaban. (bud)





