Bahkan, lanjutnya, awalnya orang tua siswa tersebut ingin menjual HP nya karena keterbatasan ekonomi yang saat ini tersendat akibat Covid-19.
“Belajar di rumah sudah di terapkan di SMU/SMK Negeri dan tingkatan lainnya di Banten sejak 15 Februari 2020. Tapi sampai saat ini belum ada refocusing anggaran pendapatan dan belanja sekolah yang dialokasikan untuk paket internet siswa,” jelas Nawa Said Dimyati.
Sehingga, masih kata Cak Nawa, orang tua siswa harus mengeluarkan uang antara Rp60 hingga Rp120 ribu untuk pembelian paket internet.
“Semoga Para Kepala Daerah dan Kementerian Pendidikan segera membuat regulasi terkait penggunaan BOS dan BOSDA untuk bantu siswa beli paket internet, karena saya yakin mereka semua juga terdampak,” pintanya kepada wartawan BANTENNOW.COM.
Terpisah, Tokoh Pemuda Banten Rochman Setiawan membenarkan terkait banyaknya keluhan orang tua siswa terkait sistem belajar online.







