“Tren angka kelahiran yang menurun drastis ini memang terjadi dalam skala global, bahkan jika dibandingkan dengan kota atau kabupaten lainnya di Provinsi Banten, angka kelahiran di Kota Tangerang (1,8) merupakan yang terendah kedua dan di bawah rata-rata provinsi (2,01),” ujar Tihar, Kamis (4/7/2024).
Penurunan ini menjadi perhatian serius bagi Pemkot Tangerang. Dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Banten, Kota Tangerang memiliki tingkat kelahiran yang cukup rendah, berada di posisi kedua terendah dengan angka 1,8 anak per perempuan. Angka ini masih di bawah rata-rata provinsi yang mencapai 2,01.
Pemkot Tangerang tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis telah disiapkan untuk mengantisipasi dampak jangka panjang dari penurunan fertilitas ini. Langkah-langkah tersebut antara lain:
Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat:
Pemkot Tangerang terus memperluas sosialisasi mengenai pentingnya menjaga stabilitas angka kelahiran melalui berbagai program edukasi dan kampanye kesadaran masyarakat.





