TANGERANG — Dalam rangka menghadapi tren penurunan angka kelahiran yang semakin signifikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berkomitmen merumuskan kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas fertilitas di wilayahnya. Upaya ini tidak hanya penting untuk kesejahteraan masyarakat tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan populasi di masa depan.
BACA JUGA: Inovasi Unggulan Kelurahan Kuta Jaya: Tingkatkan Pelayanan Publik dengan PAK SIGIT
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, Tihar Sopian, tingkat fertilitas di kota ini telah mengalami penurunan drastis selama satu dekade terakhir.
BACA JUGA: 24 Lokasi Khusus Penurunan Angka Stunting Tahun 2025 di Kabupaten Tangerang
Berdasarkan hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang, angka fertilitas hanya mencapai 1,84 anak per perempuan selama masa reproduksinya.





