“Gebyar Gempita ini bukan hanya sekadar program, tetapi langkah penting dalam melindungi kesehatan masyarakat kita. Dengan edukasi yang tepat, kita bisa mencegah resistensi antibiotik dan menjadikan masyarakat kita lebih sehat,” jelasnya saat dimintai keterangan, Senin (19/08/2024).
Dalam kesempatan tersebut, dr. Muchlis juga menyampaikan apresiasinya kepada tenaga farmasi di puskesmas yang telah berperan aktif dalam memberikan edukasi terkait obat-obatan kepada masyarakat.
Bacaan Lainnya:
“Peran aktif tenaga farmasi sangat krusial dalam memastikan masyarakat memahami bahaya penyalahgunaan antibiotik,” tambahnya.
Selain edukasi, Gebyar Gempita Jilid II juga mengadakan kompetisi penilaian video penyuluhan terbaik dari para tenaga farmasi puskesmas.
Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi para tenaga kesehatan untuk terus menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, sehingga resistensi antibiotik dapat ditekan.







