“Saya akan mengabaikan konsekuensi dan sanksi dari partai karena saya lebih mengutamakan kepentingan masyarakat. Prinsip saya hidup itu pasti ada resikonya kalau gak ada resiko maka bukan hidup namanya. Maka saya akan ambil resiko itu,” jelasnya.
Keseriusan Nasrul Ulum untuk maju dan menantang keputusan Golkar pada Pilbup Serang 2020 dibuktikan dengan mengikuti penjaringan dan pemaparan visi misi di beberapa Partai.
“Pemaparan visi misi dibeberapa Parpol itu sebagai keseriusan saya untuk melanjutkan aspirasi dari masyarakat. Karena gak boleh menolak dan mengabaikan aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Diketahui, sejauh ini, Nasrul Ulum telah mengikuti beberapa tahapan penjaringan calon Bupati dan Wakil Bupati di Partai Berkarya, Partai Amanat Nasional, dan Partai Gerinda, dan masih melakukan komunikasi dengan beberapa Partai Politik lainnya.





