Berangkat dari kesadaran Hari ini saya menemukan postingan PC PMII Pandeglang yang melakukan aksi protesnya tentang kendaraan oleh dinas Bupati Pandeglang, yang dibeli dengan angka fantastis, namun tidak untuk mahasiswa Tangerang yang masih terlelap dan asik dengan gaya hedonisnya.
Beberapa waktu lalu saya pun menjumpai mahasiswa Lebak sibuk dengan aksi advokasi petani cilangkap, ketika lahannya akan direbut oleh kekuasaan.
Namun lagi-lagi tidak untuk mahasiswa Tangerang yang masih terlelap dan asik dengan gaya hedonisnya dan medianya.
Jika berbicara nilai-nilai budaya, mahasiswa Tangerang rata-rata memang adalah para pekerja pabrik, guru dan karyawan kantor yang memang kuliah hanya mengejar gelar Strata 1, lulus kuliah memudian berharap mendapat pekerjaan yang lebih baik.
Mahasiswa Tangerang adalah mahasiswa yang sibuk HIJRAH. Tapi lalai pada kesulitan yang berada di sekitarnya. Saya tidak melarang atau pun menyalahkan budaya hijrah.
Silahkan kalian hijarah, tapi hijrah itu berpindah. Kalau cuman sekedar ganti kostum sih itu bukan hijrah, tapi mau tampil lebih nyetrika dan kekinian.






