Festival ini diikuti oleh para pelaku UMKM lokal yang rutin berjualan di area KP3B setiap akhir pekan. Para pengunjung memperoleh kupon yang dapat ditukar dengan berbagai makanan secara gratis.
Gubernur menjelaskan, para pelaku usaha kuliner yang berpartisipasi dalam kegiatan ini merupakan UKM-UKM lokal yang biasa berjualan di kawasan KP3B setiap akhir pekan atau pada hari libur.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Banten juga menyempatkan diri memborong es krim dari salah satu pedagang penyandang disabilitas sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha inklusif.
Bacaan Lainnya:
Ia menambahkan bahwa KP3B kini tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga telah bertransformasi menjadi ruang kegiatan masyarakat, terutama melalui agenda rutin UMKM.
“Hampir setiap pekan ada kegiatan UMKM di KP3B,” pungkas Andra Soni.
Aneka kuliner khas tersaji dalam festival ini, mulai dari laksa Tangerang, es jeruk peras, cendol, es kacang hijau, mie ayam, batagor, dan pecel lontong, hingga bakso ikan, nasi bakar, dan bubur sumsum.







