Tak ketinggalan sajian modern seperti burdel dan rice bowl udang vaname, serta jajanan tradisional khas Banten seperti opak, apem putih, leupeut, jojorong, pasung, dan kaniarem, yang menambah semarak suasana dengan cita rasa lokal yang menggugah selera.
Pada saat yang sama, Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Linda Rohyati Fatimah, menjelaskan bahwa festival ini digelar sebagai wujud rasa syukur sekaligus untuk memeriahkan HUT ke-25 Provinsi Banten.
Bacaan Lainnya:
“Semua makanan dibagikan secara cuma-cuma dan gratis kepada pengunjung,” ujar Linda.
Ia menambahkan, para pelaku usaha kuliner yang terlibat merupakan UKM lokal yang biasanya berjualan di kawasan KP3B setiap akhir pekan atau hari libur.
“Jajanan khas dari seluruh kabupaten dan kota hadir di sini sebagai upaya mengenalkan kearifan lokal kepada masyarakat luas,” pungkasnya. (afa)





