Komposisi bandrek yang diracik Ono terdiri dari Jahe, sereh, kapulaga, bungalawang, cengkeh, kayu manis, lada putih, lada hitam, jintan, adas dan pala. “Kalau bicara rasa tidak ada definisi rasa yang jelas. Sulit menyebutnya. Dibilang pendar ada, manis ada, getir ada, hangat juga ada. Unik rasanya,” akunya.
Ketika ditanya bagaimana setelah menjalani bisnis inis ejak tahun 2014, Ono mengatakan akan terus berjalan saja secara konsisten. “Memang belum sampai enam tahun bisnis ini, karena sempat vakum beberapa lama, karena diselingi pekerjaan lain juga. Sekarang, mulai lagi dengan kondisi pandemi Covid-19 yang sangat memungkinkan berjualan dari rumah,” tuturnya.
Untuk pola penjualan lanjut dia, memanfaatkan sosial media Instagram sebagai akun jualan @bandrek_r. “R” itu artinya rempah-rempah. “Semua orang tahu bandrek. Tapi jujur kurang digemari. Kecuali generasi old, karena paham paham betul tradisi dan minuman kebanggaan penuh kenangan,” katanya.





