“Selain itu ada alasan ekonomi, layak dijadikan bisnis untuk mendongkrask ekonomi keluarga,” tambahnya.
Menurut Ono, keluarga istrinya memang masih dalam lingkungan keluarga Kesultanan Langkat dan pengurus masjid Raya Azizi di Langkat Sumatera Utara. “Di Langkat sana nama Bandrek sangat familiar. Bandrek yang dijual oleh saya ini, bahan dasar racikannya dari Langkat. Rempah-rempanya bisa di beli di pasar,” ungkapnya, menegaskan.
Baca Juga: Angkringan Yang Tidak Ada Matinya
Diakuinya, di beberapa daerah ada Bandrek. Namun racikannya berbeda-beda. “Bandrek Langkat ini pembedanya di jumlah rempah-rempah yang digunakan. Di Langkat menggunakan 10 sampai 12 macam rempah. Jika kurang dari itu maka tidak bisa disebut bandrek,” ucapnya lagi.
Ono juga sering minum bandrek khas Sunda. Tapi rasanya beda, tidak sekuat yang menggunakan bahan rempah-rempah yang di gunakan di Langkat. “Kalau dari Sunda, umumnya rasa rempahnya seperti jahe, ditambah ada rasa gula merah” terangnya.





