Di tengah-tengah aktifitas saya sebagai seorang wartawan dan mendongeng keliling serta membuat cerita pendek, saya kemudian membacanya dengan khusyuk.
2/ Novel Asyik
“Sampai Tangerang Merindu” adalah sebuah novel menarik, keren, indah dan asyik. Membaca novel ini tidak ada kata membosankan apalagi menjenuhkan. Imajinasi pembaca seperti diajak jalan-jalan naik sampan untuk menyusurui sungai cerita ini dari hulu hingga ke hilir.
Penulis novel ini, Salmah Nurhaliza, memang piawai betul dalam mengkonstruk cerita dengan lika-liku dan warna-warninya, konflik yang penuh greget dan tajam, alur yang mengejutkan, sikap dan cara berpikir tokoh-tokohnya yang kuat serta dialog-dialog tokohnya yang hidup.
Novel ini mengangkat persoalan percintaan di kalangan kaum muda terpelajar. Namun dalam perjalanannya tema ini menjadi tidak sederhana. Tokoh utama, kedua dan ketiga dalam novel ini saling bersahabat. Namun terlibat asmara segitiga, sehingga satu sama lain berbenturan dan akhirnya cinta diantara mereka menjadi rumit dan melelahkan.







