Acara yang berlangsung khidmat ini mengusung semangat memperkuat nilai keikhlasan, kesatuan, serta kepedulian sosial, yang menjadi kunci kekuatan umat.
“Peringatan Maulid Nabi SAW bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, tapi menjadi momen penting untuk memperkuat keteladanan akhlak, kepemimpinan, dan perjuangan beliau dalam menegakkan kebenaran dan keadilan,” tambah Maesyal.
Masih di tempat yang sama, Ketua PW Muslimat NU Provinsi Banten, Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan bahwa peringatan Maulid ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajang refleksi diri.
Bacaan Lainnya:
“Momen Maulid ini bukan sekadar perayaan, tetapi ajang refleksi untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Acara ini juga menjadi ajang konsolidasi dan penguatan peran Muslimat NU sebagai garda terdepan dalam membina keluarga, mendidik generasi, serta menjaga nilai-nilai keagamaan di masyarakat.
“Melalui majelis ilmu seperti ini, kita membentengi keluarga dari pengaruh negatif dan memperkuat ukhuwah an-Nahdliyah,” tutup Ratu. (afa)






