Seorang ibu yang penuh kekecewaan berkata, “Rumah kami dihancurkan. Kami juga dipukul aparat. Sekarang kami tidak punya rumah. Bagaimana dengan nasib kami, nasib anak-anak kami. Mau pulang ke mana. Kami bisa jadi gelandangan,” paparnya.
Baca Juga: Ratusan PKL di Jalan Baru PT Adis Digusur Satpol PP
Marcel Saipul Basri, salah satu tokoh LSM Tangerang, menilai penggusuran rumah warga secara paksa tidak adil. “Kami datang ke Pemkot agar ada solusi, karena warga sekarang tidak punya rumah. Selain itu harga lahan murah Rp 2,5 juta per meter. Padahal ada sawah yang dibayar Rp 7 juta per meter. Ini jelas tidak adil,” katanya. (bud)





