Antisipasi Musim Hujan, Bupati Tangerang Tinjau Titik Rawan Banjir di Pasar Kemis

oleh -55 Dilihat
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau sejumlah titik rawan banjir di Kecamatan Pasar Kemis, Senin (19/10/2026)

BANTENNOW.COM, TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau sejumlah titik rawan banjir di Kecamatan Pasar Kemis, Senin (19/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan upaya mitigasi dan penanganan banjir berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, terutama menjelang musim hujan.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Iwan Firmansyah, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (DPPP) Bambang Sapto, Camat Pasar Kemis, serta sejumlah unsur terkait lainnya.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Perumahan Taman Walet, Kelurahan Sindangsari. Di lokasi tersebut, Maesyal berdialog dengan warga RW 09, RW 12, dan RW 14 untuk mendengarkan keluhan terkait saluran air yang selama ini menjadi salah satu penyebab banjir.

Maesyal mengatakan, persoalan banjir di kawasan tersebut telah berlangsung selama sekitar 15 tahun. Karena itu, pemerintah daerah turun langsung untuk melihat kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi langkah penanganan yang dapat segera dilakukan.

“Sudah sekitar 15 tahun warga menyampaikan mengalami banjir dan belum ada penanganan maksimal. Makanya kita cek langsung. Ada yang bisa kita lakukan melalui perubahan anggaran, dan penanganan maksimalnya kita siapkan di anggaran 2027,” ujar Maesyal.

Menurutnya, penanganan banjir di Perumahan Taman Walet akan mengacu pada normalisasi saluran yang telah dilakukan di Perumahan Taman Elok. Upaya tersebut meliputi penertiban hambatan pada saluran air, pengerukan, dan normalisasi dengan dukungan serta kesepakatan warga.

“Di Taman Elok sudah kita bongkar hambatan di salurannya, kita keruk dan normalisasi. Alhamdulillah sekarang sudah tidak banjir lagi. Kita ingin penanganan seperti itu juga dilakukan di sini. Kami minta warga juga komitmen untuk membantu kesepakatannya,” tegasnya.

Usai meninjau Taman Walet, Maesyal melanjutkan kunjungan ke saluran air di Perumahan Teluk Jakarta dan Perumahan Kutabumi 2, Kelurahan Kutabumi. Kedua lokasi tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya terdapat kerusakan saluran dan tanggul yang menyebabkan air merendam sejumlah rumah warga.

Maesyal menjelaskan, penanganan di kawasan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Pekerjaan yang disiapkan mencakup normalisasi dan pelebaran saluran, pembangunan turap, serta pemasangan sheet pile untuk memperkuat struktur saluran.

“Ini bagian dari antisipasi musim hujan nanti. Salurannya kita normalisasi, kita lebarkan, kemudian dipasang sheet pile dan turap. Mudah-mudahan aliran air semakin lancar dan tidak banjir lagi,” ungkapnya.

Di kawasan Teluk Jakarta, Kelurahan Kutabumi, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air telah melakukan normalisasi serta pelebaran saluran dari sekitar 2,5 meter menjadi 10 meter. Selain itu, pemerintah daerah membangun turap dan menyiapkan pemasangan sheet pile guna memperkuat saluran air.

Maesyal menambahkan, upaya mitigasi banjir tidak hanya dilakukan di Kecamatan Pasar Kemis. Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menangani sejumlah titik rawan banjir lainnya, antara lain Binong, Kali Sabi, dan Sukadiri, dengan mempertimbangkan skala prioritas.

“Mitigasi banjir tidak hanya dilakukan di Pasar Kemis. Penanganan juga dilakukan di sejumlah titik rawan banjir lainnya di Kabupaten Tangerang, antara lain Binong, Kali Sabi dan Sukadiri dengan mempertimbangkan skala prioritas,” imbuhnya.

Selain penanganan di tingkat daerah, Pemkab Tangerang terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kementerian Pekerjaan Umum, serta Pemerintah Provinsi Banten. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung penanganan terpadu terhadap sungai-sungai besar, termasuk Sungai Cimanceri dan Sungai Cidurian.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Tangerang berharap kapasitas saluran air semakin optimal sehingga risiko banjir dapat ditekan, khususnya saat intensitas hujan meningkat.(sdr)

No More Posts Available.

No more pages to load.