“Ya kalau sudah begini gagal mas. Mana biaya hidup semakin tinggi. Tadinya kita berharap pada hasil panen karena ganti rugi yang dijanjikan tidak kunjung datang, namun saat ini semuanya sirna seketika. Mana anak udah mulai sekolah,” ungkap Ahmad Hasan salah satu pemilik lahan.
“Kalau warga inginnya, contoh harga pohon durian satu juta. Gak harus satu juta dibayarkannya, tapi ada ganti ruginya, dan yang penting pantas,” paparnya.
Bersama warga lainnya, dirinya juga menyatakan pernah mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk melihat status lahan di BPN.
“Ternyata disana nama pemilik (warga) tidak keluar dengan alasan dipemberkasan. Kemudian BPN meminta warga untuk melakukan konfirmasi ke Kelurahan. Sedangkan Kelurahan pada saat ditanya bilangnya gak tahu,” urainya.
Hasan sendiri mengaku, memiliki sekitar 1.122 pohon yang belum dibayar pada lahan yang dibebaskan seluas 3.017 meter persegi.





