Mereka seolah tak punya rasa kasihan meskipun melihat rumah milik warga nyaris ambruk akibat digali.
“Rumah kami saja disisakan sekitar 2-3 meter dari galian yang tingginya mencapai tiga meter lebih. Kalau ada hujan deras, rumah kami bisa longsor, sebab lahan dibawahnya sudah digali semua,” ujar Ajat, Senin (28/10/2019).
Jika ini terus dibiarkan, rumah warga di lingkungan Sukamanah, khsusunya warga RT 02/04 Desa Budimulya terancam ambruk.
Sebab para tengkulak galian yang menjanjikan akan menembok tebing bekas galian, hingga hari ini tidak melakukan penembokan. Sementara para pengusaha galian masih terus mengeruk lahan hingga ke Desa Bojong, Cikupa.
“Dimana peran pemerintah, kok membiarkan galian tanah merusak lingkungan. Kami warga kecil tidak bisa berbuat banyak atas kesewenang-wenangan yang dilakukan para penguasa,” keluhnya. (bud)








