Melalui penerapan sistem belajar online, guru-guru biasanya mengirim beberapa video dan petunjuk apa yang harus di kerjakan oleh siswa.
Sementara Asih (53) warga Pabuaran menyampaikan, sebenarnya orang tua siswa sangat memahami kondisi saat ini.
Akan tetapi, lanjutnya, timbul kesulitan orang tua, dimana orang tua juga selain harus menyiapkan perangkat Android juga harus mengeluarkan biaya untuk membeli pulsa yang tidak sedikit.
“Untuk biaya hidup saja sudah berat mas, apalagi nambah beban untuk beli pulsa yang terasa boros. Saya sebagai orangtua bingung. Gak di tanggung, kasian anak saya takut ketinggalan pelajaran,” ungkapnya.
“Tapi kalau terus begini kita juga bingung mau makan apa. Penugasan dari guru yang harus dikerjakan dengan waktu yang sempit, juga menjadi masalah lain yang timbul. Itu baru dari satu guru, belum tugas dari guru yang lainnya,” sambungnya. (bud)







