Pada awalnya lanjut Malkan, sebelum membentuk komunitasnya, yang pertama main skateboard di Kedaung itu Awek, Dita dan Pemao sekitar tahun 2005-2006. Tapi sejak saat itu mulai banyak yang bergabung main.
Namun anak-anak yang tergabung dalam komunitas ini, tidak memiliki susunan hirarki seperti di organisasi-organisasi lain. Karena itu, tidak pernah berpikir memiliki sekertariat. “Itu sih jauh bagi kami,” katanya.
Baca Juga: Kampanyekan Lagi Lagu Daerah dan Nasional
Diakui dia, sebenarnya komunitas tersebut terbentuk dengan sendirinya. Pada awal cuma nongkrong-nongkrong dan main skaterboard di Kedaung. Namun seiring berjalannya waktu satu demi satu ada yang gabung dan akhirnya semakin banyak.
“Nah, pada saat orangnya semakin banyak kami baru buat seperti uang kas. Patungan untuk membuat alat-alat di arena bermain. Kami memasang lampu agar bisa main di malam hari. Ketika semua sudah berjalan dan banyak skater di Tangerang yang melabeli kami @kedaung_skateboard,” ungkapnya.





