“Ada 6 orang di Taiwan, dan 6 orang lagi di Hongkong. Jadi total ada 12 TKI asal Cilegon yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) yang wilayahnya berdekatan dengan Cina,” jelasnya.
Dirinya mengatakan, TKI asal Cilegon yang sudah berada disana, sulit untuk dijangkau.
“Mereka (TKI) yang sudah berada di Negara tersebut, itu sudah menjadi ranahnya Dinas tenaga kerja yang ada di masing-masing Negara, untuk memastikan perlindungan pekerja migran kita yang ada diluar Negeri. Perlindungan tenaga kerjanya, baik itu masalah kesehatan, itu sudah ada disana,” jelasnya.
Baca Juga: Touring di Era Pandemi Covid-19 Pasti Fresh
Sementara ini, lanjutnya, pihaknya hanya bisa melakukan pembatasan keberangkatan TKI asal Cilegon yang akan berangkat ke Cina.
“TKI tujuan ke Negara Hongkong dan Taiwan kita lakukan pembatasan. Kita berikan edukasi kepada warga Kota Cilegon yang akan berangkat ke dua Negara ini, bahwa sedang terjadi kasus kesehatan,”






