Puskesmas Cipondoh Perkuat Deteksi Anemia hingga Skrining Kesehatan Jiwa Ibu Hamil

oleh -55 Dilihat

BANTENNOW.COM, TANGERANG – Puskesmas Cipondoh terus berinovasi dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui program unggulan Quality Improvement (QI) Collaboration. Memasuki tahun 2026, Puskesmas Cipondoh memperluas cakupan layanan, tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik seperti penanganan anemia dan preeklampsi, tetapi juga menyasar kesehatan mental ibu hamil.

Sejak masa uji coba pada 2025, Puskesmas Cipondoh telah mengintegrasikan sistem rujukan langsung dengan RSUD Kota Tangerang melalui dua jalur khusus, yakni rujukan kasus anemia dan skrining preeklampsi (PE) positif. Sistem ini memungkinkan pemantauan pasien secara real-time sehingga ibu hamil dengan tanda bahaya dapat ditangani lebih cepat dan tepat.

Kepala Puskesmas Cipondoh, dr. Rizky Adiarti, menyampaikan bahwa integrasi data tersebut memberikan dampak nyata terhadap keselamatan ibu hamil.

“Data pemantauan sepanjang 2025 menunjukkan penurunan signifikan angka kesakitan akibat anemia dan preeklampsi. Hingga saat ini, kami berhasil mempertahankan nihil kematian akibat kedua kasus tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, Puskesmas Cipondoh juga memastikan tindak lanjut pascapenanganan di rumah sakit tetap berjalan melalui pendampingan berkelanjutan oleh para kader di lingkungan tempat tinggal pasien.

Lebih lanjut, dr. Rizky menjelaskan bahwa Puskesmas Cipondoh kini telah mengintegrasikan layanan kesehatan jiwa ke dalam program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Integrasi tersebut diwujudkan melalui skrining kesehatan mental secara berkala menggunakan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) bagi ibu hamil, yang dilakukan sejak kunjungan pertama, berlanjut pada trimester ketiga, hingga masa nifas.

“Kesejahteraan ibu hamil bukan hanya soal fisik. Kerentanan depresi pascapersalinan atau baby blues masih sering tidak terlaporkan. Karena itu, tahun ini kami mewajibkan skrining kesehatan jiwa agar ibu hamil merasa didampingi secara psikis. Ibu yang bahagia menjadi kunci dalam melahirkan generasi yang sehat dan cerdas,” jelasnya.

Dengan target sasaran lebih dari 1.500 ibu hamil setiap tahun, ia mengajak seluruh masyarakat untuk aktif memeriksakan kehamilan di Puskesmas, termasuk ibu hamil yang selama ini hanya memanfaatkan layanan fasilitas kesehatan swasta.

“Puskesmas hadir untuk seluruh ibu hamil di wilayah Cipondoh. Kami membuka pintu selebar-lebarnya, termasuk bagi ibu yang ingin berkonsultasi mengenai keresahan atau stres yang dialami. Kami siap berkolaborasi lintas program demi memastikan ibu dan bayi tumbuh sehat dan sejahtera,” tutupnya. (afa).

No More Posts Available.

No more pages to load.