BANTENNOW.COM, KABUPATEN TANGERANG, – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tigaraksa Kabupaten Tangerang kembali menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai 1 RSUD Tigaraksa, Rabu (8/4/2026).
Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Tigaraksa, dr. RA Dewi Maria Yuliani menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini rutin dilaksanakan setiap dua bulan sekali dengan menggandeng Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Tangerang.
“Kegiatan donor darah ini diperuntukkan bagi pegawai Pemerintah Kabupaten Tangerang maupun masyarakat umum di sekitar rumah sakit. Tujuan utamanya adalah untuk membantu ketersediaan stok darah di UTD PMI Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi upaya menjaga ketersediaan darah, khususnya setelah masa libur Lebaran, di mana stok darah biasanya mengalami penurunan, sementara kebutuhan justru meningkat.
“Untuk saat ini stok darah terpantau aman, namun kami tetap berupaya menjaganya. Target kami dalam setiap kegiatan donor darah adalah sekitar 75 pendonor,” tambahnya.
Kegiatan ini pun mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta yang hadir sejak pagi hari, baik dari kalangan pegawai maupun warga sekitar yang secara sukarela ikut berpartisipasi.
Melalui kegiatan ini, RSUD Tigaraksa berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah sebagai aksi kemanusiaan yang sederhana namun berdampak besar bagi keselamatan sesama.
Sementara itu, salah satu peserta donor darah, Mustofa, mengaku kegiatan ini sudah menjadi rutinitas yang ia jalani.
“Ini sudah yang ketiga kali sejak mendaftar SIDONI (Sistem Informasi Donor Darah Indonesia). Yang pertama di GSG, kedua dan ketiga di RSUD Tigaraksa. Setelah donor darah rasanya badan lebih segar. Mungkin karena sudah terbiasa, jadi seperti rutinitas setiap tiga bulan sekali,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan donor darah dapat terus dilakukan secara rutin dengan fasilitas yang semakin baik.
“Harapannya ke depan jumlah bangku atau tempat tidur bisa ditambah agar antrean tidak terlalu panjang, sehingga peserta tidak perlu menunggu lama,” tutupnya.(sdr).





