“Di tahun lalu, penyumbang inflasi terbesar di bulan Ramadhan didorong oleh beberapa komoditas seperti beras, minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam, cabai merah dan cabai rawit merah. Kita harus mengantisipasi kenaikan harga di komoditas tersebut,” ucapnya.
Ia mengungkapkan salah satu upaya untuk pengendalian inflasi yakni adalah dengan terus mengoptimalkan Kelancaran Gerakan Pangan Murah (GPM), terutama di wilayah dengan tingkat inflasi tinggi serta berpotensi mengalami gejolak pasokan dan harga.
“Perlunya memaksimalkan penggunaan anggaran, baik pusat maupun daerah untuk pelaksanaan GPM sebagai upaya pengendalian harga pangan di setiap wilayah,” tuturnya.
Pj Andi juga mengungkapkan perlunya meningkatkan intensitas pengawasan serta melakukan distribusi pangan dari daerah surplus atau harga rendah ke daerah defisit atau harga lebih tinggi untuk mengurangi disparitas harga antar waktu dan wilayah.






