Ia juga menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan respons atas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Salah satunya adalah keterbatasan pemahaman guru terhadap kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus, serta kurangnya metode pembelajaran yang adaptif dan inklusif.
Kegiatan ini tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik. Para peserta dilatih untuk meningkatkan kompetensi dalam memahami prinsip inklusi, mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, hingga menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI) yang sesuai dengan karakteristik siswa.
Bacaan Lainnya:
“Saya berharap Bapak/Ibu guru dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan ini dengan serius, disiplin dan bertanggung jawab. Tetap semangat dalam mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan penuh kepedulian,” tambahnya.
Kepala BKPSDM Kabupaten Tangerang, Benny Rahmat, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini diikuti oleh dua angkatan, dengan total peserta sebanyak 40 guru dari tingkat Sekolah Dasar.





