Timbul pertanyaan, apakah semua sarana di lokasi sudah dicek kemananannya?. Tentu ini hal yang harus di perhatikan bagi pengelola dan pemerintah daerah sebagai icon dan objek wisata.
Saya harap Pemerintah daerah tidak hanya memikirkan tentang icon, tapi perawatan dan perbaikin sarana prasarananya pun harus dipikirkan, demi keselamatan pengunjung. Karena tidak ada yang sebanding dengan nyawa manusia.
Melihat kejadian tersebut pengelola danau dan pemerintah, perlu perbaikan dan evaluasi besar-besaran terkait lokasi tersebut. Agar mampu memberikan keamanan bagi pengunjung yang datang.
Lokasi wisata jika dikelola dengan baik, akan mampu memperbaiki ekonomi masyarakat dan pemerintah daerah sebagai objek wisata daerah.
Dalam hal ini Pemerintah daerah Kabupaten Tangerang, perlu menyiapkan pendidikan tentang pengelolaan wisata oleh Dinas Pariwisata. Namun Sudahkah dinas Pariwisata kabupaten Tangerang melakukan hal ini?.
Tentu ini PR bagi pengelola wisata dan pemerintah daerah Kabupaten Tangerang. Agar lebih mem fasilitasi objek wisata yang ada demi keselamatan bersama.
Jika sudah terjadi Lalu siapa yang harus bertanggung jawab, pengelola atau dinas terkait?
Jika melihat kejadian ini, haruskah tempat lokasi ini ditutup? Atau ada solusi lain yang akan diberikan oleh dinas terkait di Kabupaten Tangerang.
Jangan sampai ada korban-korban berikutnya yang berjatuhan. Dinas terkait harus mampu membuat standar keamanan yang jelas di lokasi dan pengawasan yang baik. (*)
Biodata Penulis:
- Ketua Komisariat PMII Islamic Village 2018-2019
- Sekretaris Umum BEM STIT Islamic Village 2017-2018
- Ketua Himpunan Mahasiswa PIAUD STIT Islamic Village







