Lewat novelnya itu pula, Vena ingin menyampaikan pesan tentang hak-hak anak. “Ada pesan tersirat dalam cerita itu, betapa masih banyak di dunia ini anak-anak yang tidak mendapatkan hak-haknya,” ungkap Nathania Luvena Lais yang kini menetap di alamat Perumahan Dasana Indah blok Th7/7, Bojong Nangka, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Ia berpendapat, mendapatkan kasih sayang bagi anak-anak di mana pun adalah yang paling utama. Karena itu, rumah harus jadi tempat awal anak-anak belajar dengan sentuhan banyak cinta di dalamnya.
BACA JUGA: 110 Penulis Satupena
Di lingkungan rumahnya juga, Vena mendirikan Perpustakan Teras Depan Rumah. Di perpustakaan ini disediakan buku-buku bacaan untuk anak-anak, pelatihan menulis dan kegiatan mendongeng.
“Saya memang suka menulis. Lewat tulisan, saya bisa lebih leluasa menuangkan cerita dalam kenangan atau hanya imaji, pikiran atau keinginan yang sulit diutarakan dan sebagainya,” kata Vena, yang juga hobi memainkan alat musik biola ini.






