Tempat pendidikan dan pelatihan jurnalistik itu terbuka untuk alumni SMA maupun alumni perguruan tinggi.
Di sekolah jurnalistik itu para peserta mendapatkan pelatihan jurnalistik yang meliputi “6M”, yakni mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi.
Materi wajib lainnya adalah desain grafis untuk media atau sarana tercetak, olah foto, digital marketing hingga pengelolaan media sosial agar menjadi sumber pendapatan.
Tidak hanya itu, para siswa juga akan diajarkan membuat blog atau website. Satu lagi, materi kearifan lokal juga diajarkan, yaitu keterampilan olah kanuragan.
Selain pendidikan jurnalistik dan digital, pihak sekolah juga akan membuat paket wisata religi untuk umum yang konsepnya sedang terus dimatangkan.
Sekolah jurnalistik itu sendiri hadir dalam upaya menjawab tantangan di era modern dengan konsep pendidikan yang mengkombinasikan nilai-nilai religius dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Para siswa nantinya akan menempuh masa pendidikan selama satu tahun, setara dengan pendidikan D1, dan selama mengikuti pendidikan, mereka akan dimukimkan seperti halnya santri di pondok pesantren.






