Firdaus juga menjelaskan, materi-materi umum akan diberikan kepada seluruh peserta lulusan SMA maupun perguruan tinggi. Tetapi kemudian pada tahapan pengkonsentrasian, materinya akan berbeda.
Khusus untuk sarjana akan dikonsentrasikan pada jurnalistik profetik sebagai bagian dari kelompok penyeru bagi kepentingan publik dan kepemimpinan, sementara peserta tamatan SMA akan dikonsentrasikan pada penguasaan keterampilan media digital seperti desain web, pengelolaan medsos, dan digital marketing.
Pertama di Asia
Terkait “Journalist Boarding School”, Konsultan Manajemen Akademi Multimedia Nusantara (AMN) GS Ashok Kumar menyatakan, lembaga pendidikan jurnalistik tersebut adalah “Sekolah Jurnalistik Plus” pertama di Indonesia, bahkan di Asia karena juga mengajarkan siswanya untuk bisa membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Peserta didik disediakan penginapan di bangunan berlantai dua dengan luas 300 meter persegi. Dengan begitu setiap peserta dapat diasuh dan diawasi secara langsung oleh para mentor handal yang masing-masing memiliki kompetensi berbeda.






