Pendapat atau gagasan tersebut, muncul sebagai bentuk tanggapan atas sebuah peristiwa. Sifatnya tidak pasti. Kendati, seiring berjalannya waktu dan pengolahan informasi yang ditunjang data, sebuah opini bisa saja berubah menjadi fakta kebenaran.
Karenanya, akan lebih baik, jika opini tidak hanya berisi pendapat. Akan tetapi, ditunjang riset sebagai penguat argumentasi atas pendapat yang dilontarkan ke khalayak luas.
Siapa pun pembaca boleh menulis artikel dengan topik bebas sesuai dengan minat dan keahliannya masing-masing. Apalagi, menulis opini dalam media akan diutamakan penulis yang opininya tentang bidang yang dikuasai agar kelayakan tulisannya diakui masyarakat.
LR Baskoro, mantan Redaktur Pelaksana pada media Tempo, dalam kolom Tempo Institute menyebut, menulis opini sesungguhnya melakukan rekreasi intelektual; mengasah otak, menajamkan pikiran, menantang munculnya ide-ide baru. Selain itu, mengagreasikan gagasan dengan argumentasi yang siap untuk diperdebatkan.





