Ketika penusukan Wiranto, negara cepat tanggap meringkus pelaku serta menanyakan motif dibalik tindakan itu. Atau, ketika penculikan Ninoy, rasanya cepat sekali mengumumkan jumlah tersangka yang terlibat.
Berbeda jauh sekali rasanya untuk kasus Munir, Wiji Thukul, Salim Kancil atau Novel Baswedan. Kejadian yang menimpa Golfired serta Ricky Arasendi akan terus terjadi jika negara masih melakukan tindak ciri-ciri rezim otoriter: darah dan penangkapan.
Dengan banyaknya kejadian yang menimpa akhir-akhir ini, negara seolah berbisik pelan, tapi nyaring sekali terdengar di telinga dan menusuk ke dada. Negara, yang saya tahu, berpesan satu kalimat kepada kita, ‘Jangan melawan, Nanti Hilang’.
Penulis: Fajar Restu Rizkiawan
Pernah aktif di komunitas baca Tangerang.






