Harlah ke-6 KMPI, Wabup Tangerang Dorong Sinergi Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

oleh -84 Dilihat
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-6 KMPI Kabupaten Tangerang yang digelar di Kantor Desa Cikupa, Jumat (18/9/2026).

BANTENNOW.COM, TANGERANG — Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengajak Komite Muda Perempuan Indonesia (KMPI) Kabupaten Tangerang untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mencegah dan menangani tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Hal tersebut disampaikan Wabup Intan saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-6 KMPI Kabupaten Tangerang yang digelar di Kantor Desa Cikupa, Jumat (18/9/2026).

Menurut Intan, peringatan Harlah KMPI menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan kader perempuan dalam menangani berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Peringatan ini menjadi momentum penting untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kader perempuan, khususnya KMPI dalam menangani persoalan sosial masyarakat,” ujar Intan.

Dalam sambutannya, Intan menyoroti persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih terjadi di masyarakat. Menurutnya, kekerasan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap korban, baik secara psikologis maupun terhadap masa depan mereka.

“Dampak trauma akibat kekerasan sangat berbahaya karena melekat seumur hidup. Karena itu, edukasi serta keberanian perempuan untuk bersuara menjadi kunci utama,” tegasnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan memfasilitasi dan melibatkan kader KMPI dalam agenda sosialisasi serta edukasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang akan dilaksanakan pada Oktober mendatang.

Intan menegaskan, upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan semata-mata persoalan gender. Menurutnya, diperlukan komitmen, keberanian, kapasitas, dan kepedulian dari seluruh pihak.

“Masalah kekerasan ini bukan soal gender, tetapi soal kapasitas, keberanian, dan ketulusan melayani dari semua pihak. Mari kita dorong lahirnya perempuan-perempuan Tangerang yang cerdas, mandiri, dan siap memimpin perubahan,” tandasnya.

Selain persoalan kekerasan, Intan juga mengapresiasi kontribusi KMPI yang selama ini aktif hadir di tengah masyarakat. Ia menyebut KMPI turut melakukan advokasi terkait kekerasan seksual, stunting, serta berbagai kegiatan sosial lainnya.

Kontribusi tersebut di antaranya penyaluran bantuan sarana air bersih, mesin jahit, sembako, dan berbagai bantuan lain yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat.

“Terima kasih atas dedikasi dan kekompakan KMPI yang selalu hadir di tengah masyarakat. Semoga enam tahun KMPI ini semakin kokoh akarnya, kentara kekompakannya, kepeduliannya, dan kentara semangat untuk terus berkarya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KMPI Kabupaten Tangerang Widia Wardani Djaiz menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mengadvokasi berbagai persoalan krusial di masyarakat.

Selama enam tahun berdiri, KMPI konsisten bergerak dalam isu pencegahan kekerasan seksual, penanganan stunting, hingga penyaluran bantuan sosial.

“Selama enam tahun ini KMPI terus hadir mengadvokasi masalah di masyarakat. Kami percaya, tanpa kolaborasi bersama pemerintah daerah, gerakan kami tidak akan bisa menjadi besar,” ujarnya.

Widia menambahkan, KMPI akan terus memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan organisasi lainnya yang memiliki visi dan misi yang sejalan, sehingga gerakan perempuan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.(sdr)

No More Posts Available.

No more pages to load.